5 Strategi Investasi yang Harus Diikuti Selama Krisis
publish on : 11 Aug 2020
Topic : Investment

Mengingat keadaan global yang sedang memburuk, banyak investor khawatir akan terjadinya resesi atau kemerosotan lagi. Sangat masuk akal, karena resesi sering kali merupakan akibat dari penurunan pengeluaran yang tiba-tiba, meskipun sebagian besar penyebab resesi tidak dapat diprediksi sebelumnya.


Sebelum keadaan seperti itu bisa dipastikan, ada baiknya untuk merencanakan ke depan dan memutuskan strategi investasi Anda sekarang. Resesi tidak harus berarti bahwa semua investasi harus ditahan; ini hanya berarti bahwa industri dan jenis perusahaan serta investasi yang berbeda lebih aman daripada yang lain. 


Berikut beberapa tips cepat yang perlu diingat :


1. Investasi yang Beresiko Rendah.



Resesi bukanlah waktu untuk bereksperimen atau mengambil risiko dengan investasi Anda. Aspek paling penting dari strategi investasi waktu resesi siapa pun harus bermain aman. Ini melibatkan menghindari investasi di perusahaan yang sangat menguntungkan atau spekulatif. Fokus untuk menemukan perusahaan dengan arus kas yang baik dan hutang yang rendah untuk pilihan investasi yang paling aman. Dan sebagai pedoman umum, cobalah untuk tidak mengambil resiko besar pada waktu yang sudah tidak pasti.


2. Jangan Berinvestasi pada Saham dan Aset Siklis



Karena saham siklikal sering bergantung pada pekerjaan dan kepercayaan konsumen untuk bekerja dengan baik, maka saham tersebut harus dihindari selama resesi. Konsumen tidak akan membelanjakan barang-barang yang tidak penting atau mewah. Misalnya, industri yang memproduksi mobil, furnitur, atau pakaian kelas atas harus dihindari.


Temukan industri non-siklus yang menawarkan barang dan jasa yang dibutuhkan orang sepanjang tahun seperti toko grosir, sabun, pasta gigi, kosmetik, toko diskon, gas, dan layanan pemakaman. Mereka akan melakukan dengan baik selama penurunan ekonomi.


3. Saham Dividen